Hizbullah Geram Serangan Israel Tewaskan Nenek dan 3 Cucu di Lebanon


Jakarta, CNN Indonesia —

Seorang nenek dan ketiga cucu yang merupakan kerabat dari seorang wartawan tewas akibat serangan Israel di Lebanon selatan pada Minggu (5/11).

Nenek itu merupakan saudara kandung perempuan wartawan radio bernama Samir Ayoub. Sedangkan ketiga cucunya masih berusia 10, 12, dan 14 tahun.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) yang dilansir AFP, terdapat lima orang yang sedang berkendara di dalam mobil mengikuti mobil Ayoub

Tiba-tiba serangan udara Israel menghantam kendaraan dan menewaskan empat orang di antaranya.

Samir Ayoub kemudian muncul di televisi lokal Al-Jadeed untuk melaporkan peristiwa tersebut. Masih mengenakan kemeja berlumuran darah, ia mengatakan menarik keponakannya keluar mobil yang menjadi satu-satunya korban selamat dari serangan tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Perdana Menteri (PM) Lebanon Najib Mikati mengecam serangan itu sebagai “kejahatan menjijikkan yang dilakukan oleh musuh, Israel”.

Selain itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Abdallah Bou Habib mengatakan lewat akun X (dulu Twitter) akan membawa masalah ini ke Dewan Keamanan PBB pada hari ini, Senin (6/11).

Hizbullah, kelompok milisi Syiah di Lebanon, juga geram dengan serangan Israel ke masyarakat sipil ini. Hizbullah kemudian melakukan serangan balasan dengan menembakkan roket Katyusha ke kota Kiryat Shmona yang berada di Israel utara.

Israel mengatakan serangan di Lebanon selatan itu karena menewaskan seorang warga Israel. Namun, mereka tidak merinci lokasi warga sipil yang tewas itu.

“Sasaran serangan Hizbullah merupakan respons terhadap serangan rudal anti-tank yang menewaskan seorang warga sipil Israel,” kata juru bicara militer Israel, Daniel Hagari.

Hizbullah merupakan partai di Lebanon yang mendukung kelompok milisi Hamas Palestina usai dibombardir Israel. Hizbullah dan Hamas sama-sama dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Sebelumnya, pemimpin Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah dalam pidatonya mengatakan Hizbullah telah terlibat dalam pertempuran yang belum pernah terjadi sebelumnya di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.

Dia mengancam akan terjadi eskalasi lebih lanjut ketika perang Israel dengan Hamas di Gaza mendekati angka satu bulan.

“Hizbullah siap menghadapi semua pilihan dan kita dapat mengambil pilihan itu kapan saja,” kata Nasrallah.

(pra)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *