Dua Dukun Klaim Bisa Gandakan Uang Miliaran di Langkat Sumut Ditangkap


Jakarta, CNN Indonesia —

Polisi meringkus komplotan penipu berinisial M (31) dan AM (60) di Desa Suka Jadi, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Kedua penipu yang mengaku dukun tersebut mengaku bisa menggandakan uang dari yang awalnya jutaan menjadi miliaran rupiah.

“Korban bernama Sri Lestari (52) warga Jalan Utama, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat melaporkan ke polisi karena ditipu oleh M dan AM,” kata Wakapolsek Hinai Iptu Tunggul Situmeang, Jumat (6/10).

Kejadian itu bermula saat teman korban bernama Turiah menghubunginya. Turiah menawarkan ada orang yang bisa menggandakan uang menjadi miliaran rupiah dengan syarat korban harus menyetor sejumlah uang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Korban pun tertarik dan Turiah menyarankan agar korban mengirimkan uang sebesar Rp2 juta kepada orang yang akan menggandakan uang. Nantinya akan digandakan menjadi Rp1 miliar,” jelasnya.

Kemudian tersangka M dan AM tiba di rumah korban. Lalu ritual untuk penggandaan uang dilakukan di salah satu kamar tidur korban.

Ritual tersebut dilakukan menggunakan barang berupa keris, botol bekas air mineral berisikan 15 lidah trenggiling, piring kaca berisi pasir dan sendok makan, kain sarung warna hijau, tasbih, minyak duyung, botol kecil berisikan boneka tuyul.

“Saat pelaksanaan ritual, oleh tersangka menyuruh korban untuk menutupi seluruh badannya dengan menggunakan kain sarung. Setelah ritual dilakukan, tersangka mengambil sajadah dan ditutupkan di sebuah kotak kosong,” sebutnya.

Hinai menjelaskan tersangka mengatakan korban agar kotak tersebut jangan dibuka karena uang yang ada di dalam kotak masih ghaib dan belum berbentuk uang asli. Sedangkan yang bisa membukanya hanya tersangka pada esok harinya.

“Setelah tersangka dan temannya meninggalkan rumah korban, lalu korban mengambil dompet miliknya di kamar tidur karena akan berjualan. Akan tetapi uang milik korban sebesar Rp2,5 juta yang ada di dalam dompet sudah tidak ada lagi,” urainya.

Keesokan harinya, tersangka menghubungi korban memberitahukan tidak bisa datang karena ada urusan. Tersangka meminta uang kepada korban sebesar Rp1 juta. Kemudian korban membuka kotak dan ternyata tidak ada uang seperti yang dijanjikan tersangka.

“Merasa tertipu kemudian korban menghubungi polisi. Tersangka M dan AM yang kembali datang ke rumah korban langsung ditangkap dan dibawa ke Polsek Hinai,” paparnya.

(fnr/DAL)

[Gambas:Video CNN]


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *